Mengelola lembaga pendidikan (sekolah) pada zaman ini, dimana sebagian besar orangtua dan para pendidik masih berorientasi kognitif akademis, dihadapkan pada 2 pilihan:
Pilih idealis tetapi sedikit murid?
atau
Banyak murid tetapi tidak ideal?
Kedua pilihan tersebut sepertinya saat ini sangat sulit untuk disatukan, karena adanya pembatas tembok besar yang terbangun dari "apa kata orangtua murid".
Banyak orangtua yang menganggap hebat anaknya jika hafalannya banyak, nilai mata pelajaran nya bagus, pengetahuannya banyak, dsb.
Sehingga jika mengelola sekolah idealis yang menganggap semua anak adalah hebat meskipun akademisnya lemah, pastilah akan terbentur tembok tebal "apa kata orangtua murid".
Maka jika mau mendirikan sekolah baru dengan metode idealis, maka bersiaplah hati akan teriris pisau lidah cibiran dan celaan.
Dan jika sekolah sudah berjalan kemudian banting setir berbelok pada jalur idealis, bersiaplah dengan peristiwa pelarian besar-besaran para orangtua menarik anak-anaknya keluar berpindah ke sekolah "nyaman", karena takut anaknya menjadi nakal dan bodoh.
Namun jika kita menuruti "apa kata orangtua murid" dengan harapan sekolah akan banyak muridnya, pastinya akan kesulitan untuk idealis dalam mendidik. Tentu hal ini bertentangan dengan naluri seorang pendidik.
Oleh karena itu sikap paling bijak adalah mengambil jalan tengah untuk meraih maslahah sebesar-besarnya dan mencegah madharat sekecil-kecilnya.
Meskipun belum mampu idealis, setidaknya mendekati semampunya.
Meskipun sekolah sulit berjalan karena sedikitnya murid, tetapi banyaknya murid jangan jadikan hal utama dalam mendidik.
Ketahuilah
Keberhasilan mendidik bukan dilihat dari banyaknya murid, juga bukan input murid yang berkualitas, bahkan juga bukan dilihat dari output lulusannya,
tetapi
Keberhasilan pendidikan dilihat dari proses terbaik.
Bukan "the Best input & output", tetapi "the Best process".
Idealis mendidik adalah mendidik sesuai kehebatan karakter asli anak, yang mana tidak semua anak hebat dalam kognitif akademis.
Abdul Kholiq
SKIS Semarang